Saturday, November 5, 2016

Hubungan Credentialing dalam Membangun Profesionalisme Profesi Keperawatan




Hubungan Credentialing dalam Membangun Profesionalisme Profesi Keperawatan


“The Nursing Act is urgently needed  to regulate the nursing system, to set the required competences,  to protect the individual as the recipient of nursing  care, and to direct the nurses  as a caring profession“.
Jakarta Declaration (10 Asian NNAs) 25 November 2009


Hampir setiap Profesi menggunakan Credential untuk membuat kriteria dalam aspek  Keadilan, Kualitas, Kompetensi dan atau juga Keamanan dalam pemberian sebuah layanan yang profesional. Pada beberapa kasus, Profesi secara ‘voluntary’ atau secara sukarela atas dorongan komunitas mereka sendiri mengembangkan standart kualitas prakteknya sendiri. Sebuah profesi juga kadang diatur oleh peraturan daerah atau pemerintah dimana proesi itu berada sehingga terdapat perbedaan aturan profesi di berbagai negara. Meskipun penggunaanya yang luas pada berbagai profesi, istilah credentialing seringkali salah penggunanya dan salah pengertian di dalam mengartikannya (NOCA, 2005).

Nilai, Moral dan Budaya dalam Etika Profesi Keperawatan



Nilai, Moral dan Budaya dalam Etika Profesi Keperawatan

Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, realitas keadaan ekonomi yang ada, perbedaan dalam masyarakat, dan adanya perkembangan global membuat perawat tidak bisa menghindari akan adanya isu etis saat berhubungan dengan individu,  komunitas, masyarakat, tempat kerja dan lainnya (Rich and Butts, 2010). Saat ini masalah yang berkaitan dengan etika (ethical dilemmas) telah menjadi masalah utama disamping masalah hukum, baik bagi pasien, masyarakat maupun pemberi layanan kesehatan.  Setiap dilema membutuhkan jawaban dimana dinyatakan bahwa sesuatu hal itu baik dikerjakan untuk pasien atau baik untuk keluarga atau benar sesuai kaidah etik (Suhaemi, M.E.,2004). Berhadapan dengan dilema etis bertambah pelik dengan adanya dampak emosional seperti rasa marah, frustrasi, dan takut saat proses pengambilan keputusan rasional (Tappen, 2005). Penting bagi semua kalangan keperawatan bukan hanya perawat di klinik, tapi juga pendidik di institusi pendidikan untuk mengerti, mengetahui dan memahami  lebih jelas etika profesi keperawatan

Aplikasi Teori Caring Watson




TINJAUAN TEORI

2.1      Konsep Caring
2.1.1  Latar Belakang Teori
Teori caring berkembang dari kepercayaan, nilai dan asumsi Watson tentang perawatan. Menurut Watson (1985), merawat dan cinta menyusun jiwa dan merupakan inti dari sifat perikemanusiaan. Beliau mencatat bahwa dalam  sejarahnya, keperawatan melibatkan caring dan berkembang dari caring. Selain itu, beliau menyebutkan bahwa caring akan menentukan kontribusi keperawatan dalam memanusiakan manusia di dunia (De Laune dan Ladner, 2002).
Dalam teori caring, nilai-nilai, pengetahuan dan praktik perawatan diintegrasikan dengan proses penyembuhan dari dalam diri dan pengalaman hidup klien, sehingga memerlukan seni perawatan-penyembuhan dan kerangka kerja yang disebut faktor carative. Faktor ini bersifat melengkapi, tapi berbeda dengan faktor kuratif. Kuratif dikembangkan oleh dokter, sementara carative dikembangkan oleh perawat (Parker, 2001). Menurut Watson (1997), di awal perkembangannya keperawatan memiliki ruang lingkup praktik yang sangat sempit, sangat dipengaruhi oleh paradigma kedokteran dan ilmu biomedik tradisional. Hal tersebut tidak sesuai karena paradigma keperawatan seharusnya berfokus pada perawatan-penyembuhan, bukan diagnosis-penatalaksanaan medis yang berfokus pada penyakit dan patologinya seperti paradigma kedokteran (Fawcett, 2002).
Berikut merupakan evolusi teori caring yang digagas oleh Jean Watson :
1979    Nursing: the philosophy and science of caring
1985    Nursing: human science and human care
1988    New dimensions of human caring theory
1989      Watson’s philosophy and theory of human caring in nursing

Friday, November 4, 2016

Aplikasi Teori Katharine Kolcaba



TINJAUAN TEORI

2.1       Latar Belakang Teori
Katharine Kolcaba terlahir sebagai Arnold Katharine pada 28 Desember 1944, di Cleveland, Ohio. Beliau adalah pendiri program perawat lokal paroki dan sebagai anggota Asosiasi Perawat Amerika. Saat ini, sebagai associate professor di University of Akron College of Nursing.
Dengan riwayat pendidikan Diploma keperawatan dari St. Luke's Hospital School of Nursing pada tahun 1965, lulus M.S.N dari R.N di the Frances Payne Bolton School of Nursing, Case Western Reserve University pada tahun 1987, meraih gelar PhD in nursing dan menerima sertifikat sebagai authority clinical nursing specialist pada tahun 1997, Spesialis dalam bidang Gerontology, Perawatan Paliatif dan Intervensi Jangka Panjang, Studi Comfort, Pengembangan Instrumen, Teori Keperawatan, Penelitian Keperawatan.
Sebagai kepala unit dementia, berdasar pengalaman, beliau melakukan pengembangan teori keperawatan untuk mengembangkan Teori kenyamanan dan praktik : sebuah visi untuk perawatan dan riset kesehatan holistik.

Thursday, November 3, 2016

APLIKASI TEORY BETTY NEUMAN




2.1 Latar Belakang Teori
Betty Neuman lahir pada tahun 1924 disebuah pemukiman pertanian di Lowel, Ohio. Dia anak kedua dari 3 bersaudara dan merupakan anak perempuan satu-satunya. Ketika berumur 11 tahun bapaknya meninggal setelah 6 tahun dirawat karena CRF. Pujian bapaknya terhadap perawat mempengaruhi pandangan Neuman tentang perawat dan komitmennya menjadi perawat terbaik yang selalu dekat dengan pasien. Setelah lulus SMA Neuman tidak dapat melanjutkan pendidikan keperawatan. Dia bekerja sebagai teknisi pada perusahaan pesawat terbang dan sebagai juru masak di Ohio dalam rangka menabung untuk pendidikannya dan membantu ibu serta adiknya. Adanya program wajib militer di keperawatan mempercepat masuknya Neuman ke sekolah keperawatan. Neuman pertama kali memperoleh pendidikan pada People Hospital School of Nursing sekarang General Hospital Akron di Akron, Ohio tahun 1947.  Neuman menerima gelar BS pada keperawatan Kesehatan Masyarakat tahun 1957 dan MS Kesehatan Masyarakat serta Konsultan Keperawatan Jiwa tahun 1966 dari Universitas California LA. Tahun 1985 Neuman menyelesaikan PHD dalam bidang Clinical Psychology dari Universitas Pasific Western (Tomey dan Alligood, 2002)

Tuesday, November 1, 2016

Konsep Bab.1: Pengaruh dukungan keluarga terhadap tingkat kecemasan pada ibu primigravida





Penelitian ini membahas mengenai adakah pengaruh dukungan dari keluarga terhadap tingkat kecemasan ibu yang mengalami kehamilan pertama. Karena dimungkinkan ibu hamil pertama kurang pengetahuan dan mengalami cemas hingga emosi.

Untuk mempermudah anda membuat latar belakang judul ini, maka sesuaikanlah dengan yang kami buat dibawah ini, Kami menyusun kerangka ini agar tulisan anda nanti dapat dengan mudah dimengerti oleh Dosen pembimbing anda sehingga mengurangi revisi yang mungkin terjadi. Kami membuatnya dalam format per-paragraph dimana tiap paragraph hanya berisi satu topik saja.
Setiap Judul Penelitian memiliki 2 variabel, kami mengembangkan konsep bab 1 ini dari 2 variabel tersebut, baca lebih lanjut disini 

'DUA VARIBEL' DALAM SKRIPSI KEPERAWATAN
Selamat mengerjakan


Judul: Pengaruh  dukungan keluarga terhadap tingkat kecemasan pada ibu primigravida

Buatlah Latar Belakang anda sesuai panduan berikut:
[Paragraph 1] Apa itu Kehamilan: Jelaskan tentang kehamilan disini. Jenis kehamilan seperti kehamilan pertama, kedua dst. Waktu tepat untuk hamil atau lainnya.

[Paragraph 2] Hal-hal atau perubahan yang terjadi pada ibu hamil pertama. Jelaskan perubahan fisiologis dan psikologis dari ibu hamil yang mungkin terjadi. Salah satu perubahan psikologis yang terjadi adalah kemungkinan terjadinya kecemasan.

[Paragraph 3] Prevalensi kecemasan atau gangguan psikologis pada ibu hamil. Akann jauh lebih meyakinkan bila anda dapat menampilkan berapa banyak wanita hamil pertama yang mengalami gangguan psikologis terutama cemas.


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Facebook Themes